Diperkirakan
satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan mental di
beberapa periode dalam hidup mereka. Hal ini membuat gangguan mental
menjadi salah satu penyebab utama beban penyakit di seluruh dunia.
Setiap tahun pada tanggal 10 Oktober, WHO mencanangkan Hari Kesehatan Mental Dunia (World Mental Health Day).
Seluruh dunia memperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu
kesehatan mental. Tahun ini, tema Hari Kesehatan Mental Dunia adalah
Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa Bagi Semua. Ini tidak
biasa, karena umumnya kita mengenal pertolongan pertama sebagai
perangkat penyelamatan saat terjadi kondisi emergensi.
Ketika
seseorang mengalami masa krisis, maka mereka bisa jatuh ke dalam
penyakit mental kapan saja. Krisis bisa datang dalam berbagai bentuk dan
derajat yang berbeda, misalnya tiba-tiba kehilangan orang yang
dicintai, kehilangan segalanya dalam bencana alam atau perang. Ketika
seseorang mengalami gangguan mental, mereka membutuhkan uluran tangan
orang terdekat agar dapat pulih dari masa krisis. Saat ini, di beberapa
negara di dunia, penderita gangguan mental belum tersentuh bantuan.
Selain msalah finansial, juga karena masalah beban biaya perawatan yang
tidak murah. Selain itu ada stigma negatif yang melekat pada penderita
gangguan mental.
Pertolongan
Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa sebenarnya bukan hal yang baru,
bahkan sudah ada sejak sebelum Perang Dunia II. Konsep ini sudah diakui
sebagai cara yang baik dalam meningkatkan kesehatan mental dan
berpotensi menolong banyak orang yang berisiko.
Di negara maju seperti Amerika Serikat, Mental Health First Aid sudah
rutin dilakukan karena diperkirakan satu dari lima orang di Amerika
memiliki penyakit mental. Meskipun penderitanya banyak, sebagian enggan
untuk mencari bantuan atau tidak tahu ke mana harus datang berobat.
Gejala-gejala penyakit mental bisa sulit untuk dideteksi. Keluarga yang
menemukan ada perubahan perilaku pada salah satu anggota keluarganya,
kadangkala tidak tahu bagaimana melakukan intervensi atau mencari
pengobatan yang tepat.
Mental Health First Aid atau
Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa adalah kursus selama 8 jam untuk
memperkenalkan faktor risiko dan tanda-tanda peringatan awal gangguan
jiwa. Peserta diajarkan mengenal dampak dari gangguan jiwa dan cara
pengobatannya secara umum. Kursus ini menggunakan model dan simulasi
untuk menunjukkan bagaimana menilai kondisi krisis gangguan jiwa,
bagaimana melakukan intervensi dan memberikan bantuan awal, serta
bagaimana menghubungi dokter, teman dan mencari dukungan sosial.
Melalui
konsep Pertolongan Pertama Psikologis dan Kesehatan Jiwa ini
memungkinkan dilakukan deteksi dan intervensi sedini mungkin. Peserta
diajarkan tentang tanda-tanda dan gejala beberapa gangguan jiwa,
misalnya gangguan kecemasan, depresi, skizofrenia, gangguan bipolar,
gangguan makan, dan kecanduan.
Program
ini menawarkan perangkat yang konkret dan jawaban pertanyaan untuk
pertanyaan penting seperti "Apa yang bisa saya lakukan?" dan "Di mana
kita dapat menemukan bantuan?" dan sebagainya.
Dukungan
psikologis awal dalam masalah kesehatan jiwa, hendaknya memang dapat
dilakukan oleh seseorang yang justru bukan tenaga profesional kesehatan
jiwa. Sebab, bantuan profesional belum tentu tersedia saat krisis
pertama kali dialami. Oleh karena itu, keluarga, teman, rekan kerja, dan
jejaring sosial masyarakat dan mereka yang bekerja dalam jasa pelayanan
hendaknya dapat memberikan dukungan awal psikologis.